Sabtu, 31 Oktober 2009

enujuanlah Sholat Jika Ingin Selamat Dunia Dan Akhirat


Setiap hari kubuka mata dari tidur di pagi hari sambil sesaat termenung, aku masih hidup. Seberapa baikkah shalatku........"
Teringat dulu ketika manusia agung itu menahan pedih kala sakaratul mau, inilah yang diucapkann,"Uushiikum bis shalati, wa maa malakat aimanukum, peliharalah shalat dan peliharalah orang-orang lemah di antaramu. "Di luar pintu rumah Az-Zahra tangis mulai terdengar bersahutan, sahabat saling berpelukan. Fatimah menutupkan tangan di wajahnya, dan Ali kembali mendekatkan telinganya ke bibir Rasulullah yang mulai kebiruan. "Ummati,Ummati,Ummatiii", "umatku,umatku,umatku." Dan berakhirlah hidup manusia mulia yang dima'sum itu.
Mari renungkan, betapa luar biasa amal shalat, sehingga Rasulullah masih sempat mewarisi shalat di akhir hidupnya, yaitu ketika rasa sakit tak ada yang menandingi lagi.
Shalat adalah amal utama setelah syahadat, amal pertama diperhitungka di akhirat. Shalat adalah mencerminkan kehidupan, dengannya tercegah perbuatan keji dan mungkar. Shalat adalah perintah Allah langsung ketika Rasulullah Mi'raj di suatu malam.
Lalu mari renungkan kisah para pejuang, di masa lalu, di padang pasir, di masa kini, dikegelapan hutan, di puncak gunung, dalam persembunyian. Shalat adalah membuat seorang berdiri di waktu malam, di tengah amuk pertempuran. shalat ia bagaikan rehat karena keringat dan darah seharian. Shalaat ia sarana mengadu dan memohon pertolongan. Shalat ia sebuah amal para mujahid sebelum tiang gantungan.
Coba renungkan kisah dikala sakit di pembaringan. Shalat, ia dikerjakan dalam duduk, ataupun berbaring, karena ia sebuah kewajiban. Dan sebuah akhir yang sangat perlu direnungkan. Shalat ia dilakukan bagi manusia yang tak kuasa dalam diam, sesat menuju perkuburan. Saudaraku, itulah shalat sebuah kewajiban 17 kali ruku' dalam sehari semalam yang seringkali tak lengkap, tanpa makna, bahkan hilang . Setiap hari kubuka mata dari tidur di pagi hari sambil sesaat termenung, aku masih hidup. Seberapa baikkah shalatku....
Robbij'alni muqiimassholaati wamindzurriyati ya Allah jadikan aku dan keturunanku orang-orang yang mandirikan sholat.
Makassar 1 November 2009

Selasa, 05 Mei 2009

Tentara Yang Bertaubat.

Orang ini bercerita kepada saya tentang kisahnya waktu bertaubat kepada allah asubahana wataallah. Sungguh kisah ini sangat menakjubkan. Sesungguhnya ini adalah kisah seorang insan ketika menjalani dua kehidupan, dua waktu dan dua masa yang berbeda. Masa ketika ia menjalani hidup antara kegelapan dan cahaya, antara hidayah dan kesesatan. Merasa terjaga dan raib entah kemana..... Orang ini tidak saya sebutkan namanya. Dia cukup terkenal daerahnya karena ibadah,tangisan, kekhusyukan, dan bacaan Al Qur'annya. Ia bercerita kepada saya tentang kisah pertaubatannya, dengan air mata yang terus bercucuran. Dulu ia seorang tentara di sebuah kota, membawa senapan dalam tugas pengawalan singkat. Pada masa itu ia memiliki tubuh yang kuat , tetapi mati hatinya. Berada di puncak masa muda, namun miskin kemauan. Tegap badanya, namun lemah imannya. Dia menceritakan kepada saya kalau dia tidak pernah sekali pun sujud karena allah. Ia tidak mengerti shalat, apa itu shalat dan bagaimana nilai sholat itu. Ia tidak pernah masuk mesjid kecuali saat pura-pura alim apabila terpaksa melakukan hal itu. Hal itu dilakukan untuk memcari muka di depan orang-orang agar dikatakan baik. Dia dulunya betul-betul berpaling dari Allah. Dia katakan kepada saya kalau dia selalu mengejek agama Islam. Ia tidak suka keshalihan dan juga orang-orang shalih. Apabila diajak kejalan Allah dia selalu mengulangi ungkapannya yang cukup terkenal. " Kafirkan saja terus terang, agar agama tidak akan bising lagi!" Dia pernah tidak mandi wajib. Bisa jadi karena terpaksa mencari muka di depan orang lain, dia kemudian masuk mesjid untuk shalat, masih dalam keadaan junub. Dia tidak mengerti wudhu.' Sebab, hatinya masih tidur terlelap dan mabuk kepayang. Di suatu kesempatan ia berdiri lalu menyalakan rokoknya. Dia lepaskan dahaga hatinya dengan gelas-gelas kemaksiatan dan nafsu syahwat. Dia biarkan matanya melihat yang haram. Dia biarkan pendengarannya menikmati nyanyian amoral. Dia biarkan seluruh anggota badannya sia-sia tanpa nilai dan norma. Dilihatnya seorang gadis lalu terus diliriknya dengan kedua bola matanya yang bagaikan peluru itu. Malamnya dihabiskan bersama kawula muda yang kehilangan dan tak tentu arah tujuan, begadang bersama dalam canda tawa, dalam kenistaan, dalam dahaga dan kesesatan. Ketika rasa kantuk mengunjunginya, ia pun melemparkan tubuhnya ke bumi seperti jasad yang mati sampai benar-benar dibangunkan. Dia tidur tidak tidak dalam keadaan suci, tidak ada shalat, tidak ada bacaan Al-Qur'an, tidak ada ucapan zikir. Ia tidur seperti tidurnya orang linglung, tersesat dan tak tahu arah. Ia selalu menghindar dari sunnah-sunnah Nabi dan dari ahlinya yang selalu konsisten mengamalkan sunnah itu. Ia menganggap agama itu bahan tertawa. Berpegang teguh dengan agama berarti kemunduran dan terbelakang. Masalah-masalah agama sudah kuno, habis dimakan dan ditelan zaman. Dia benci dengan orang-orang shalih dan baik-baik. Bukan karena apa-apa, hanya karena mereka itu taat beragama dan jujur. Jarak antara dia dan kedua orang tuanya lebih kurang tiga ratus mil. Tetapi, dia telah memutuskan dan melepaskan tali silaturahim dengan mereka. Siang, malam, jam-jam,menit-menit yang telah berlalu ia penuhi dengan permainan dan senda gurau. Ia menghabiskan waktu dengan canda tawa serta hanya mengikuti hawa nafsu. Allah subahana wataallah menghadirkan seorang dai yang berwibawa. Seorang kakek yang mampu memberikan kesan. Khatib yang membuat orang tak sadar dan pembicara yang handal. Dai ini sudah meninggal dunia beberapa tahun lalu. Semoga Allah merahmatinya. Dai tersebutlah yang menyadarkan tentara tersebut. Dai itu berbicara kepadanya dengan kata-kata yang kanseolah membawa hati pergi menuju negeri akhirat. tutur katanya membuat seluruh jiwa tertawan. Tentara tadi mendengarkan perkataan orang tua itu dengan seksama. Orang tua itu menjelaskan tentang firman allah subbahana wata'allah, " Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat)." (al-hasyr:18) Dai itu berbicara panjang lebar mengingat tentang akhirat, keanehan-keanehan dan ketakutan-ketakutan yang ada di sana. Ia bercerita tentang surga dan neraka. Tentara itu pun terkesiap, dan seketika timbul hasrat untuk mendekatkan diri kepada allah. Tentara tadi berujur tentang dirinya, " Saya benar-benar bagaikan berada dalam keadaan kacau balau, tidak tahu di mana saya. Saya benar-benar kehilangan kekuatan untuk berdiri. Saya pun terduduk di atas bumi ini. Tangisku menderu Allah-lah yang maha tahu. Sang pemberi nasehat tadi telah selesai menyampaikan peannya. Namun, pendosa yang telah menyesal ini belum berhenti menangis dan tidak akan pernah berhenti. Allah berfirman, "Pada hari itu kamu dihadapkan kepada Tuhanmu, tiada sesuatu pun dari keadaanmu yang tersembunyi, bagi allah". (al-haqqah:18)

Jumat, 10 April 2009

waktu


"Ya allah, aq memohon kepadamu laksana permohonan orang-orang yang terdesak oleh kesulitannya, yang menghampirimu ketika terpojok urusannya.Yang besar dambaanya untuk meraih apa yang ada disisimu. Mahatinggi kedudukanmu selalu tersembunyi rencanamu. Selalu berlaku kodratmu. Aku tidak mungkin lari dari kekuasaanmu."(Do'a yang diajarkan oleh imam Ali bin abi Tholib). "waktu merangkak meninggalkan sunyi, memintal benang hari dan menyulamnya menjadi lembaran baru. Waktu telah memberikan kesempatan, tetapi sekaligus mengajarkan betapa tipisnya hijab. Kesempatan terhadap kesempitan. Waktu memberikan umur sekaligus memendekannya menuju unzur. 'Misteri waktu telah banyak menyisakan kekecewaan dan keputusan,sehingga yang tertinggal hanyalah ratap keputusan dan penyesalan. "Tuhan bersumpah demi waktu, sebab rahasianya hanya ada dalam tiga kata, sedangkan sedangkan semua rahasia bumi hanyalah berada di antara ketinganya "Kemarin telah pergi,hari ini datang dan lusa segera menjelang. Kemarin adalah hari penyesalan, sekarang hari pertobatan dan esok adalah hari keputusan".

Kerinduanku.


Hatiku begitu gelisah jika teringat dia, kerinduanku semakin menggila kepadanya. Ku hujat hati ini,agar jangan ingat dia. Tapi hati ini semakin gelisa akan kerinduanku itu. Kuminta fatwa pada hatiku tidak pantas aku merindukannya. "ya.......Rabby aku mencintai dan menyayanginya karena engkau ya Allah... 'aku tidak ingin cintaku berlebihan padanya. Demi zat yang memengang jiwaku, tiada cinta yang lebih aku cintai hanya padamu ya allah sang pemilik jiwa.
"Demi allah, waktu malam terasa begitu panjang jika aku teringat nsaudaraku yang seagama, lalu aku berharap segera tiba waktu pagi sehingga aku bisa memeluknya karena kerinduanku kepadanya"
Adu....sudah tiga pekan aku tidak hadir di Blog aq ini!! soalye aq sibuk baget jadi tidak sempat de... nogol di blog! alhamdulillah aq masih di berikan waktu walau sedikit di blog aq ini....'

Kerinduan

तीकू

Rindu

Hatiku be